Kamis, 03 Februari 2011

RESENSI NOVEL

1.     Identitas Buku
Judul Buku             : Laskar Pelangi
Jenis Buku              : Fiksi
Pengarang               : Andrea Hirata
Penerbit                   : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tahun Terbit          : 2005
Jumlah Halaman   : 529



2.     Sinopsis
Awal kisah, Cerita terjadi di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur. Berawal ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Sedangkan Sekolah Muhammadiyah baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi pada saat Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
Dari sinilah cerita berawal. Dari di tentukannya tempat duduk, pertemuan para murid dngan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.
Bu Muslimah menyebut mereka sebagai Laskar Pelangi karena akan kesenangan mereka terhadap pelangi  yang sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Yaitu pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang berbuah manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Mereka mengarungi hari-hari bersama susah sedih mereka rasakan bersama. Cerita Laskar Pelangi ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang membuat Einstein cilik itu putus sekolah, dan selanjutnya 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong harus kembali ke kampungnya.




3.     Kesimpulan
Kekuatan ini berisi tentang pentingnya pendidikan sekolah dan sekaligus kuatnya moral agama. Cerita ini wajib di ketahui para anak muda agar meraka dapat merasakan bagaimana susahnya  sekolah dan pentingnya pendidikan bagi hidup dan tidak hanya mengenal kemudahan sekolah karena keadaan ekonomi yang mencukupi. Novel ini juga wajib baca bagi para pendidik, bagi pemerintah yang selalu tidak hadir yang dapat berbuah kini kita menjadi bangsa yang sering menjadi bahan olok-olok oleh bangsa lain, karena kita hanya dapat memcetak karakter mnusia yang malas dan tak kreative.

Kamis, 27 Januari 2011

Resensi Novel Sang Pencerah

SANG PENCERAH

1. IDENTITAS
Judul buku                  : Sang Pencerah
Jenis buku                   : Roman Dewasa
Penulis                         : Akmal Nasery Basral 
Penerbit                       : Mizan
Tahun terbit                 : Agustus 2010 
Jumlah Halaman          :

2. SINOPSIS

Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat.
Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.




3. KESIMPULAN

            Novel ini mengajak kita untuk mengenal lebih dalam pembentuk organisasi Muhammadiyah. Novel ini baik dibaca siapa saja. Dewasa, remaja, anak-anak maupun orang tua sekalipun. Dalam novel ini kita akan diajak merenung, menjelajahi islam yang sebenarnya.